“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Pertemuan pertama kami terjadi di akhir tahun 2021, sebuah pertemuan yang dimulai dengan perkenalan sederhana sebagai teman biasa. Komunikasi kami hanya sebatas saling berbicara ringan, namun ada sesuatu yang indah dalam setiap percakapan. Meski hanya teman, tak ada yang tahu bahwa benih-benih perasaan itu mulai tumbuh perlahan, menanti waktu untuk berkembang. Kemudian, di tahun 2023, kami kembali berhubungan, seolah tak ada jarak waktu yang memisahkan, dan perjalanan kami bersama pun dimulai lagi.
Dengan hati yang semakin terbuka, kami memutuskan untuk mendaki gunung Merbabu bersama, sebuah perjalanan yang menguji kesabaran dan mempererat ikatan kami. Meski status kami masih sebagai teman biasa, kedekatan yang tumbuh di antara kami begitu nyata. Setiap tawa, setiap percakapan, dan setiap langkah yang kami ambil bersama semakin mendalamkan perasaan yang sulit kami sembunyikan. Kami melanjutkan perjalanan ke Sindoro dan Sumbing, dan di sana, kami mulai menyadari bahwa perasaan kami lebih dari sekadar persahabatan.
Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh kenangan, kami akhirnya memutuskan untuk membawa hubungan ini ke tahap yang lebih serius. Setiap pendakian yang kami lakukan dan setiap momen indah yang kami habiskan bersama membawa kami pada satu kesimpulan yang tak terelakkan—untuk saling berjanji sehidup semati. Pada tahun 2025, kami memilih untuk mengikat janji suci dalam ikatan pernikahan, melangkah bersama di jalan yang lebih pasti, sambil menatap masa depan dengan penuh harapan, dikuatkan oleh cinta yang telah tumbuh begitu dalam di hati kami.