






















Q.S. Ar-Rum: 21













Semua berawal dari pertemuan yang sederhana, tanpa rencana dan tanpa prasangka. Tatapan pertama terasa biasa saja, namun ada sesuatu yang diam-diam tinggal di hati. Dari obrolan ringan yang tak disengaja, tumbuh rasa nyaman yang sulit dijelaskan. Sejak saat itu, nama dan senyummu perlahan menjadi bagian dari hari-hariku.
Hari-hari dipenuhi pesan singkat, tawa kecil, dan doa-doa yang diam-diam disebut dalam sujud panjang. Kita belajar saling memahami, menerima kekurangan, dan menguatkan dalam kelemahan. Tak selalu tentang kata “sayang”, tapi tentang hadir dan peduli. Hingga akhirnya, hati ini mantap memilihmu bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk selamanya.
Dengan restu dan janji suci, kita melangkah ke babak baru kehidupan. Bukan lagi sekadar dua hati yang saling rindu, melainkan dua jiwa yang berjanji saling menjaga. Dalam akad yang khidmat, cinta kita disempurnakan. Semoga setiap langkah setelah ini selalu dipenuhi sakinah, mawaddah, dan rahmah.









































